penggunaan cPanel
Penggunaan cPanel
_____
1. Menginstal Aplikasi di cPanel
Setelah mempunyai akun hosting, kamu membutuhkan aplikasi web yang bisa digunakan untuk mengelola konten di website-mu. Tergantung jenis website, kamu bisa menginstal beberapa jenis aplikasi untuk CMS, seperti WordPress, Joomla, atau Drupal. Pada contoh kali ini, kamu akan melihat contoh gambar yang menggunakan cPanel dari pemasangan hosting Indonesia.
Pilih salah satu dari ketiga CMS tersebut, lalu klik “Softaculous Apps Installer” seperti pada gambar.
Setelah itu, klik aplikasi yang ingin kamu instal. Inilah salah satu kemudahan penggunaan cPanel, karena kamu hanya perlu mengikuti langkah-langkah yang sudah ada untuk dapat menginstal aplikasi bagi website-mu.
2. Menambahkan Subdomain, Parked Domain, dan Add-on Domain
Ketika mendaftarkan sebuah akun hosting, kamu akan mendapatkan satu domain utama atau primary domain. Namun, kamu bisa menambahkan lebih dari satu domain lagi, tergantung jenis domain apa yang ingin kamu buat. Ada tiga jenis domain yang bisa kamu buat, yaitu sub-domain, parked domain, dan add-on domain.
- Subdomain – ini adalah domain tambahan untuk memisahkan halaman pada domainmu. Misalnya domain utamanya adalah “cikenblekpaper.com”, lalu sub-domainnya adalah “blog.cikenblekpaper.com” atau “kontak.cikenblekpaper.com”.
- Parked domain – di sisi lain, ada juga parked domain, yaitu domain yang mirip dengan domain utamamu, tujuan dibuatnya adalah agar pengunjung yang melakukan saltik (typo) ketika menulis domainmu bisa tetap diarahkan ke domain aslimu. Misalnya nama domainmu adalah “cikenblekpaper.com” lalu kamu bisa membuat parked domain bernama “cikenblekpaper.co.id” agar calon pengunjung akan tetap diarahkan ke website aslimu meski mereka salah ketik.
- Add-on domain – ini adalah domain yang benar-benar berbeda dengan domain yang sudah kamu miliki. Contohnya, kamu membuat nama domain “sayalaper.com” setelah mempunyai domain “cikenblekpaper.com”. Tapi mengingat kedua domain ini saling berbagi akun hosting, mungkin masing-masing kecepatan website akan berbeda karena kedua domain tersebut bersaing mendapatkan jatah storage dari hosting yang sama.
Menambahkan Subdomain
Berikut ini adalah panduan cPanel untuk menambahkan sub-domain. Di halaman Softaculous, klik Subdomains.
Di halaman selanjutnya, tentukan nama subdomain yang ingin kamu gunakan, pada contoh ini kita akan menambahkan “blog.cikenblekpaper.com”, lalu klik “Create” dan selesai!
Menambahkan Parked Domain
Khusus yang satu ini, kamu perlu mengunjungi halaman berikut untuk cek domain web terlebih dulu. Tentukan nama domain baru yang hendak digunakan, lalu klik “Check” untuk mengecek ketersediaan domain. Jika sudah mendapatkan nama domain yang tepat, klik “Order”.
Jangan lupa untuk login akun hosting agar domain baru ini bisa dipasangkan ke akun hosting-mu. Pastikan informasi yang diberi tanda centang seperti gambar sudah terisi semua. Setelah itu, klik “Selesaikan Order”. Ikuti langkah pembayaran yang diminta hingga selesai.
Menambahkan Add-on Domain
Tak berbeda jauh dari parked domain, menambahkan add-on domain mirip seperti menambahkan subdomain. Pada panduan cPanel ini, pertama kamu harus mengklik “Addon Domains” seperti pada gambar.
Melalui fitur ini, kamu juga bisa mengatur atau menghapus nama domain yang sudah ada dengan mengklik “Modify Addon Domain” di bagian bawah halaman
3. Cara Mengunggah Files di cPanel
Cara menggunakan cPanel selanjutnya adalah untuk membantumu mengunggah file ke servermu melalui dua akses berbeda:
- File Manager – tool ini memungkinkanmu mengunggah file langsung ke website-mu.
- FTP Accounts – bisa menghubungkanmu dengan server web melalui program yang disebut dengan FTP Program.
Biasanya, File Manager digunakan untuk mengunggah beberapa file di waktu yang bersamaan dan memindahkan file yang ada di server website-mu. File Manager juga mudah digunakan dan tidak memerlukan program tambahan. Semua bisa dilakukan di browser-mu. Tapi, kalau kamu ingin mengunggah file berukuran besar, sebaiknya kamu menggunakan FTP Program.
Menggunakan File Manager untuk Mengunggah File
Klik File Manager dari halaman dashboard cPanel-mu.
Dari sini, kamu bisa mengatur folder yang ada. Kamu juga bisa mengunggah file baru di bagian atas toolbar.
Mengatur akun FTP untuk Mengungah File melalui FTP
Setidaknya, kamu memerlukan dua hal untuk mengunggah dan mengatur file melalui FTP, yaitu:
- Akun FTP
- Program FTP
cPanel hanya dapat membantumu dengan akun FTP. Kamu perlu mengunduh sendiri program FTP-mu. Salah satu program FTP yang sering direkomendasikan adalah FileZilla. Untuk mengatur akun FTP, masuk ke section Files dan pilih FTP Accounts di dashboard cPanel.
4. Membuat Akun Email dengan Akhiran Nama Domain
Setelah mempunyai website, kamu bisa membuat nama email dengan akhiran domain, misalnya jono@cikenblekpaper.com. Melalui panduan cPanel yang satu ini, kamu akan mempelajari bagaimana cara membuat email dengan akhiran nama domain milikmu.
Saat berada di halaman dashboard cPanel, masuk ke section Email. Kemudian pilih “Email Accounts”.
Di halaman selanjutnya, masukkan username email yang inginkan, pilih nama domain jika domainmu lebih dari satu, lalu tentukan password, dan kapasitas mailbox. Kemudian klik “Create Account”.
Cara mengirim dan menerima email dengan email baru
Usai membuat akun email dengan akhiran domainmu, kamu bisa menggunakan Webmail untuk mulai mengirim dan menerima email secara langsung. Kunjungi Webmail dengan menambahkan “/webmail” setelah nama domain. Kemudian, login menggunakan username dan password yang baru saja kamu buat.
Kamu juga bisa mengirimkan email dengan akhiran domainmu melalui provider email lain, seperti Google (Gmail) atau Yahoo! Simak cara membuatnya dari artikel Cara Membuat Email dengan Domain Sendiri.
5. Meningkatkan Keamanan Website dan cPanel
Selain menginstal aplikasi, menambahkan domain, mengunggah file, serta membuat email menggunakan akhiran nama domain, kamu juga bisa meningkatkan keamanan website-mu melalui cPanel. Ada beberapa tools yang bisa kamu gunakan, dua di antaranya adalah:
Directory Privacy – tool yang bisa membantumu membuat password untuk folder tertentu di server milikmu.
IP Blocker – tool ini membantumu memblokir traffic dari IP address tertentu yang menimbulkan masalah.
Untuk menambahkan password di directory cPanel, pilih Directory Privacy di section Files. Kemudian pilih direktori mana yang ingin kamu berikan password. Jika kamu ingin memblokir alamat IP tertentu, klik “IP Blocker” di section Security, lalu masukkan alamat IP yang ingin diblokir.
6. Membuat dan Mengelola Database di cPanel
Databases adalah tool yang membantu menyimpan dan mengakses data. Jika kamu menggunakan tool seperti WordPress, semua data di website-mu akan disimpan di sebuah basis data. Kamu bisa mempelajari cara ini agar nantinya, kamu bisa melakukan migrasi website WordPress secara manual jika diperlukan.
Untuk membuat MySQL Database, masuk ke MySQL Database di section Databases. Kemudian lakukan 3 langkah berikut:
Kemudian scroll dan Add a New User. Kamu hanya perlu memasukkan username dan password yang ingin digunakan, lalu klik “Create a User”.
7. Melihat Error Log Website di cPanel
Panduan cPanel yang terakhir adalah melihat log eror dari cPanel. Sama seperti database, error log adalah fitur yang mungkin akan jarang kamu gunakan. Namun, ketika kamu menemukan masalah pada website-mu, error log server adalah salah satu tool yang bisa membantumu mencari tau apa yang sedang terjadi. Jika ingin mengakses log eror sebuah server, kamu perlu masuk ke Errors yang ada di section Metrics.
Referensi: https://ashkrn.blogspot.com/2024/08/penggunaan-cpanel.html?m=1
By: FazrianDiono TriPrabowo

















Comments
Post a Comment